Bersepeda Ramai-Ramai di Tengah Pandemi Jadi Tren, Apakah Aman? Ini Penjelasan Dokter

Bersepeda menjadi tren olahraga di tengah pandemi Covid-19 (dok.The Verge) ||


JAKARTA-SARERHEA.COM, Di tengah situasi pandemi seperti ini, masyarkat mencari berbagai cara untuk menjaga kesehatan fisik dan psikis.


Salah satu yang menjadi andalan sekaligus trend olah raga di tengah pandemi seperti saat ini adalah bersepeda.


Baca juga: Sars-CoV-2 VUI 202012/01, Nama Varian Baru Virus Corona yang Tengah Mewabah di Inggris


Maka tak jarang, lini masa media sosial 'digempur' dengan foto-foto masyarakat yang bersepeda bersama-sama baik itu di arena Car Free Day maupun hingga ke perbukitan.


Lantas, apakah bersepeda di tengah situasi pandemi dan dilakukan secara berkelompok aman bagi kesehatan?


Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan, bersepeda selama pandemi COVID-19 baik dilakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, olahraga di tempat umum dan berkelompok hingga saat ini belum direkomendasikan karena berisiko tinggi menjadi sumber penularan COVID-19.


“Car Free Day terus bareng-bareng, group cycling segala macam, ketika kita ikut grup sepeda, pleton, saat ini masih belum direkomendasikan. Yang direkomendasikan adalah sepedaan sendiri di rumah atau sepeda keluar tapi sendiri dengan tetap memakai proteksi. Atau, bersama anggota keluarga saja,” papar dr. Andi, Senin (22/6/2020) dikutip dari Sindonews.com.


Bersepeda secara berkelompok dan di tempat umum seperti dalam CFD berpotensi membuat masyarakat mengabaikan physical distancing dengan orang lain.


 Karena itu, dr. Andi menyarankan kita untuk berolahraga bersama anggota keluarga yang diketahui pasti kondisi kesehatannya.


“Karena saat pandemi yang bisa kita percaya itu anggota keluarga yang bebas dari corona. Tapi orang lain, anggota komunitas, itu ibaratnya masih jangan terlalu percaya. Kita nggak tahu kesehatan mereka seperti apa. Iya (bersepeda) membuat happy, tapi jangan bersepeda sambil foto-foto, kumpul-kumpul di kafe segala macam. Berarti physical distancing-nya gagal,” kata dr. Andi.


Pada dasarnya bersepeda merupakan olahraga yang memungkinkan untuk kita menjaga jarak aman dengan orang lain dibandingkan olahraga lari ataupun jalan cepat. 


Namun, manfaat itu akan hilang jika masyarakat melupakan bahwa saat ini Indonesia masih dalam masa pandemi COVID-19.


“Daripada lari dan jalan, agar kita menghindari orang, nggak berpapasan, dan jaga jarak, pakai sepeda itu lebih gampang bukan? Artinya keep your distance. Naik sepeda lebih mudah jaga jarak dengan orang lain. Tapi habis itu kumpul-kumpul, makan-makan, atau minum-minum di kafe, ya percuma,” kata dokter yang berpraktik di Eminence Sports Medicine and Human Performance Centre tersebut.


“Oke bersepeda pada masa pandemi. Membeli sepeda, akhirnya memutuskan untuk berolahraga sepeda, it’s a good choice. Tapi, kalau melupakan saat ini masih pandemi COVID, nggak bagus. Jangan yang seperti itu,” lanjutnya.


Baca juga: Ilmuwan Bilang Covid-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Apa Lagi Sih Itu?


Lebih lanjut dr. Andi menekankan agar jangan sampai tren bersepeda saat ini membuat masyarakat tertular atau menularkan COVID-19. 


Apalagi kasus ini di Indonesia masih terus bertambah. Sebab itu, penting untuk masyarakat sebisa mungkin menjaga kesehatan saat berolahraga.


Reporter: Sarerhea.com

Editor: Talhah L.A

Post a Comment

Previous Post Next Post