SARERHEA.COM - Band metal asal Bogor, Kraken, resmi merilis album penuh kedua mereka yang berjudul Kaliyuga.
Album ini menghadirkan narasi utuh tentang kebangkitan, kemarahan, hingga perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan di tengah realitas zaman yang semakin kompleks.
Album Kaliyuga dibuka dengan lagu Awakening, yang memperkenalkan karakter musik Kraken yang tegas, agresif, dan sarat distorsi.
Baca juga: Akhiri Perdebatan Ramadan vs Ramadhan, Ini Penjelasan Fakta Perlu Diketahui
Dari titik ini, pendengar dibawa memasuki fase kesadaran yang kemudian berkembang menuju konflik batin dan realitas sosial yang semakin brutal melalui lagu Fatamorgana.
Judul Kaliyuga merefleksikan kondisi zaman yang ditandai oleh kemunduran etika dan moral.
Sementara itu, Kalam Menikam menggambarkan semangat bertahan dan bangkit di tengah keterpurukan serta tekanan yang terus menghantam.
Baca juga: Band Metal Bogor Kraken Rilis Single Kalam Menikam, Pembuka Menuju Album Kedua
Kritik terhadap kekuasaan dan manipulasi disampaikan melalui Manipocalypse dan Retorika Tirani, yang menyoroti rusaknya moral penguasa, penggunaan kata-kata sebagai alat intimidasi, serta praktik manipulatif yang menindas.
Intensitas album semakin meningkat lewat Parade Genosida, yang menggambarkan kekerasan sistematis, propaganda, dan dominasi kekuasaan.
Di sisi reflektif, Labirin menghadirkan tema pencarian makna dan usaha keluar dari lingkaran kesesatan.
Baca juga: Watch Baramulla Indian Movie Online, A Chilling Thriller in Kashmir
Sementara Paradigma mengangkat isu kerakusan manusia dalam mengejar simpati dan kekuasaan.
Album ini ditutup dengan Belati Neraka, sebuah klimaks gelap yang menegaskan luapan amarah, luka, serta konsekuensi dari dunia yang kehilangan nurani.
Melalui Kaliyuga, Kraken menegaskan album ini sebagai pernyataan sikap terhadap zaman, manusia, dan pentingnya kesadaran di tengah kekacauan. (tal)

